Feed on
Posts
comments

Archive for the 'moral' Category

Pernah mendengar nama Melly Kiong? Yups, di kompleks blogosphere, namanya memang kurang nyaring terdengar. Maklum, dia tergolong perempuan yang supersibuk. Selain sebagai perempuan yang dengan amat sadar memilih karier sebagai media perwujudan ”fitrah” keperempuanannya, dia juga sangat peduli pada harmoni kehidupan rumah tangga sebagai perwujudan ”kodrat” keperempuanannya. Bisa dimaklumi kalau dia jarang blogwalking. Blognya yang [...]

Read Full Post »

Oleh: Melly Kiong
(Penulis Buku Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik, tinggal di Jakarta)

 
Sekolah seperti yang kita ketahui adalah lembaga pendidikan yang kita percayakan sebagai rumah kedua yang tak kalah penting perannya dalam mendidik anak-anak kita. Guru adalah pengganti orang tua di sekolah yang menjadi pengajar sekaligus pendidik moral anak-anak kita. Tapi [...]

Read Full Post »

Ketika banyak orang tenggelam dalam kesibukan menyiapkan “pesta” pergantian tahun, 18 “cantrik” dari “Padepokan” STESA (Studi Teater dan Sastra) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kendal justru “menyepi” di “Pertapaan” Cokrokembang, Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ke-18 cantrik yang digembleng di bawah kharisma “Resi” Aslam Kussatyo itu mulai “bertapa” sejak Sabtu, 29 Desember hingga [...]

Read Full Post »

Dalam tulisan saya mengenai “Tiga Bahasa Plesetan tentang KTSP“, saya memplesetkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi: (1) Kurikulum Tidak Siap Pakai, (2) Kurikulum Tetap Sama Produknya, dan (3) Kalau Tidak Siap Pensiun. Namanya saja plesetan, selain “nyleneh” juga bernada slengekan, hehehehe Agaknya, ada seorang pengunjung yang terusik. Dia [...]

Read Full Post »

Cerpen: Sawali Tuhusetya
Warni tercenung di kamarnya. Dadanya tiba-tiba sesak. Benaknya jatuh ke tempat yang jauh. Ia rindu Emak, Bapak, dan adik lelaki satu-satunya di tanah Jawa, yang sudah hampir sepuluh tahun ditinggalkannya. Kenekadan Warni untuk menerima tugas sebagai guru di luar Jawa seakan bebar-benar telah memutuskan hubungan darah dengan keluarganya. Ia sudah berkali-kali mencoba mengirim [...]

Read Full Post »

Hampir saja lupa kalau tanggal 20 Desember telah ditetapkan sebagai Hari Kesetiakawanan Sosial. Sebuah momen penting yang diabadikan berdasarkan peristiwa bersejarah ketika terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat persis sehari setelah agresi militer Belanda, 19 Desember 1948. Kekuatan sipil dan militer “berkolaborasi” ke dalam sebuah aksi patriorik yang terus menjalar dari kampung ke kampung, hingga akhirnya [...]

Read Full Post »

Saya seperti diingatkan Mas Moer. Saat blogwalking, saya temukan postingan terbaru yang menarik dan menggelitik “Orasi didepan Guru Dungu”. Menarik karena ditulis oleh seorang siswa sebuah sekolah kejuruan yang usianya belum genap berkepala 2. Menggelitik lantaran bersifat reflektif, sehingga bisa menjadi “warning” bagi segenap komponen pendidikan untuk bersama-sama melakukan sebuah perubahan. Bahkan, postingan tersebut [...]

Read Full Post »

Next »